Terus Diserang Trump, China Ejek AS dengan Kartun
BERITAWAJO.COM, BEIJINGâ"China membuat kartun yang mengejek Amerika Serikat karena mengabaikan ancaman virus korona. Kantor berita negara China, Xinhua merilis kartun kartun itu setelah Amerika Serikat terus meneus mencoba menyudutkan negara komunis itu terkait penyebaran Covid-19.
Propaganda ‘Once upon a virus’ yang dibagikan oleh kantor berita Xinhua yang dikendalikan pemerintah memperlihatkan seorang pejuang terakota seperti Lego melaporkan penyakit seperti pneumonia ke Organisasi Kesehatan Dunia pada bulan Desember 2018.

Kantor berita Xinhua yang dikendalikan negara China membagikan animasi yang mengejek AS karena tidak menanggapi ancaman Covid-19 dengan serius. (Foto: Xinhua News Agency)
Sebulan kemudian, prajurit bermasker mengatakan pada Patung Liberty, âKami menemukan virus baru.â Perumpamaan patung di Kota New York menjawab: âJadi apa? Itu hanya flu. “Prajurit itu bersikeras bahwa Covid-19 adalah virus berbahayadan bahwa rekannya di AS harus mengenakan masker.
Prajurit itu juga menginstruksikan patung itu untuk tinggal di rumah. Ikon New York yang bersuara nyaring itu kemudian menjawab: “Itu melanggar hak asasi manusia.” Cina juga mengolok-olok AS karena menuduh kota Wuhan yang kejam – tempat Covid-19 berasal – sebagai biadab.”
Seperti dikutip dari Metro.co.uk, klip berlanjut dengan sosok prajurit China yang menirukan peringatan berulang-ulang dan menyindir apa yang dikatakan oleh Donald Trump bahwa virus itu secara ajaib akan hilang pada bulan April.
Sosok prajurit Cina itu juga menegaskan mereka membuat segalanya terbuka ke publik ketika dituduh berbohong oleh patung AS. Terlepas dari adanya laporan yang muncul bahwa pemerintah negara komunis itu berusaha menutupi bahaya virus corona.
Figure Prajurit itu menegaskan negaranya telah melakukan hal yang benar, kemudian menyindir kontradiksi Donald Trump tentang pandemi, diakhiri dengan kalimat, âItulah yang saya sukai tentang Anda, orang Amerika, konsistensi Anda.â
China – yang memiliki populasi 1,4 miliar – diyakini secara luas telah berbohong tentang jumlah diagnosis yang hanya 88.000 kasus Covid-19, dan hanya mengklaim lebih dari 4.000 kematian oleh penyakit baru tersebut.
Amerika Serikat, dengan populasi 330 juta, sejauh ini telah melihat lebih dari 1,1 juta diagnosis dan lebih dari 66.000 kematian. Sebuah laporan intelijen yang bocor yang ditulis oleh mata-mata dari AS, Inggris, Kanada dan Australia mengklaim bahwa Tiongkok tahu Covid-19 ditransmisikan antara manusia selama sekitar satu bulan sebelum memberitahu negara lain.
China juga dituduh melakukan pembersihan mendalam di Institut Virologi Wuhan untuk menutupi bukti kebocoran virus. Covid-19 dikabarkan bocor dari fasilitas secara tidak sengaja setelah percobaan corona virus dilakukan pada kelelawar.
Beberapa yang berbicara tentang ancaman coronavirus di negara itu telah menghilang, di tengah laporan bahwa mereka ditahan di tahanan negara. Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menemukan laporan-laporan itu kredibel.
Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.
0 Response to "Terus Diserang Trump, China Ejek AS dengan Kartun"
Post a Comment