Ramadan, Prostitusi Online Tarif hingga Rp10 juta Tetap Beroperasi
BERITAWAJO.COM, SURABAYA– Unit Jatanras Polrestabes Surabaya menangkap tujuh mucikari prostitusi online. Mereka berasal dari sindikat yang sama. Jaringan itu melayani tamunya di hotel. Bisnisnya pun tetap berjalan ketika Ramadan.
Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya Iptu Agung Kurnia Putra menyatakan, bisnis lendir para tersangka itu terendus saat jajarannya melakukan patroli siber. Di sebuah aplikasi media sosial (medsos), sindikat tersebut menawarkan servis esek-esek.

SINDIKAT: Tujuh mucikari prostitusi online yang ditangkap menjalani pemeriksaan di ruang penyidikan Unit Jatanras Polrestabes Surabaya. Mereka digerebek di salah satu hotel di Surabaya. (Polrestabes Surabaya for Jawa Pos)
Unit jatanras kemudian mendalami temuan tersebut. Diketahui, sindikat mucikari online itu memilih sebuah hotel di kawasan selatan Kota Pahlawan sebagai tempat transaksi dengan tamunya. âHotel itu kami gerebek,â katanya Kamis (14/5).
Dari salah satu kamar hotel, petugas menemukan tujuh perempuan. Mereka sedang menunggu pria hidung belang. Berdasar pemeriksaan, mereka ternyata dikendalikan mucikari.
Informasi itu kemudian ditelusuri. Mucikari pengendalinya lantas ditangkap tidak lama berselang. âDiamankan tanpa perlawanan,â jelasnya. Mucikari yang diringkus tujuh orang.
Empat orang di antaranya perempuan. Yakni, Selvia Andriani, Diah Nur Aini, Dwi Mariyanti, dan Dadan. Tiga orang lagi pria, yaitu Akmal Muyassar, Wiyono, dan Aziz Haryanto. Mereka digiring ke mapolrestabes bersama tujuh perempuan yang dijajakan. âJadi, satu mucikari pegang satu wanita,â jelasnya.
Agung menerangkan, para perempuan pemuas nafsu pria hidung belang itu masih berstatus saksi. Berdasar penyidikan, mereka adalah korban. âHanya mucikari yang jadi tersangka,â tuturnya.
Lulusan Akpol 2013 itu memaparkan bahwa sindikat tersebut berasal dari Bandung. Mereka menginap di sekitar hotel tempat penggerebekan. âHampir satu bulanan di sini,â katanya.
Agung mengatakan, kelompok itu sengaja datang ke metropolis untuk mencari tamu. Surabaya dipilih karena statusnya kota besar. âDari analisis mereka bisa dapat banyak tamu,â lanjutnya.
Agung mengungkapkan, tarif bisnis esek-esek itu beragam. Mulai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta. Harga tersebut termasuk sewa kamar hotel tempat transaksi. âLayanannya terbagi menjadi dua. Long time dan short time,â ucap polisi dengan dua balok di pundak itu.
Menurut dia, seluruh transaksi dengan pria hidung belang diatur oleh mucikari. Mereka pulalah yang menawarkan perempuan binaannya di medsos. Mucikari mendapatkan komisi 20 persen dari nilai transaksi.
Agung menyatakan masih mendalami sepak terjang sindikat mucikari online tersebut. Dia ingin mengusut jaringannya. âDugaan kami sindikat lintas kota,â ungkapnya.
Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.
0 Response to "Ramadan, Prostitusi Online Tarif hingga Rp10 juta Tetap Beroperasi"
Post a Comment