Anies Baswedan: Pak Wapres, Ada 38 Jenazah Dimakamkan, Ini Baru Setengah Hari

BERITAWAJO.COM, JAKARTA â€" Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjalankan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Kedaruratan Kesehatan dalam menangani wabah Covid-19.

Kondisi ini karena tingkat penularan di DKI ini yang tertinggi, bahkan disebut Jakarta dan sekitarnya ini episentrum. Sekarang setelah dikeluarkannya PP 21 tentang PSBB dan Keppres Nomor 11. ”Saya ingin dapat gambaran apa yang akan dilakukan Pak Gubernur, apakah ada kendala yang dihadapi termasuk koordinasi dengan pemerintah pusat,” tanya Wapres Ma’ruf Amin kepada Anies di Jakarta, Kamis (2/4).


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan--jpnn

Dalam telekonferensi tersebut, Anies membenarkan bahwa kondisi di DKI Jakarta sangat mengkhawatirkan dengan proporsi kematian atau case fatality rate akibat Covid-19 mencapai 10 persen. ”Berita kurang baiknya, pak Wapres, case fatality rate di DKI Jakarta itu sekitar 10 persen dan itu lebih dari dua kali lipat dibandingkan angka rata-rata global yaitu 4,4 persen. Jadi Jakarta itu di atas 10 persen case fatality rate-nya, jadi ini sangat mengkhawatirkan,” kata Anies.

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta hingga kemarin jumlah warga positif terinfeksi Covid-19 sebanyak 885 kasus, pasien dalam perawatan sebanyak 561 orang, pasien melakukan isolasi mandiri 181 orang dan pasien dinyatakan sembuh 53 orang.

Anies juga menyebutkan jumlah pasien meninggal dunia, baik yang positif atau pun yang menunggu hasil tes Covid-19, tercatat 38 orang telah dimakamkan sesuai dengan prosedur pemakaman pasien Covid-19. ”Sampai kemarin, jumlah yang meninggal dimakamkan dengan cara Covid-19 itu ada 401 kasus. Dan pagi ini saja, Pak Wapres, ada 38 jenazah dimakamkan dengan protap Covid-19, ini baru setengah hari, Pak,” terangnya.

Dalam kondisi ini, Anies Baswedan meminta dukungan pemerintah pusat untuk memperluas pelaksanaan tes Covid-19, baik tes cepat maupun tes swab, di Jakarta, sebagai salah satu bagian episenter wabah virus tersebut. ”Kita perlu meningkatkan kemampuan tes untuk menggunakan swab, Pak Wapres, yang diambil langsung dari sampel zona episenter ini. Di Jakarta ini perlu sekali dukungan untuk kecepatan melakukan testing, supaya kita bisa mendeteksi lebih awal orang-orang yang terpapar,” papar Anies

Dijelaskannya, banyak kasus penderita gejala maupun positif Covid-19 di Jakarta terlambat untuk dideteksi karena kurangnya tes yang dilakukan terhadap masyarakat. Meskipun sudah menerima alat tes cepat yang didistribusikan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Anies menilai perlu dilakukan peningkatan kemampuan tes dengan melakukan swab.

”Banyak dari kasus itu terlambat tahunya, terlambat penanganannya. Akibatnya fatal atau kita terlambat mendeteksi sehingga dia sudah menularkan kepada yang lainnnya. Jadi kami sampaikan juga terkait dukungan untuk bisa meningkatkan kemampuan testing,” kata Anies.

Tes cepat hanya menunjukkan kondisi imun seseorang, yang hasilnya digunakan sebagai rekomendasi awal bagi kelompok orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) untuk melakukan karantina. Sementara untuk mengetahui seseorang positif terjangkit Covid-19 adalah dengan dilakukan tes swab.

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah layanan tes Covid-19 lewat swab, Anies mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan laboratorium bio safety level (BSL) 3 di Jakarta. ”Kami sendiri di Jakarta sedang membuat laboratorium secara cepat, untuk ekstrasinya, sehingga bisa melakukan testing dengan cepat. Kami sudah mengkonsolidasikan dari laboratorium-laboratorium yang ada di Jakarta, untuk meningkatkan kapasitas kami,” ujarnya.

Anies juga berharap Kementerian Keuangan segera mengirimkan dana bagi hasil (DBH) untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp7,1 triliun sehingga dapat digunakan untuk anggaran penanganan Covid-19 di Ibu Kota. ”Piutang Kemenkeu kepada Jakarta, semula nilainya Rp6,4 triliun, tapi kemudian ada beberapa penyesuaian dan berubah menjadi Rp5,1 triliun, kemudian ada dana bagi hasil tahun ini di kuartal kedua sebesar Rp2,4 triliun, kami berharap itu bisa segera dicairkan,” pintanya.

Anies mengatakan pencairan DBH menjadi penting untuk segera direalisasikan karena dengan dana itu Pemprov DKI akan memiliki keleluasaan untuk mengelola kas daerah, khususnya untuk menangani wabah Covid-19. ”Ada dana bagi hasil yang sesungguhnya perlu dieksekusi, Pak Wapres, karena itu akan membantu sekali. Jadi tantangan kami di Jakarta bukan pada anggarannya, tapi pada cash flow nya. Jadi kalau ini dicairkan, kita memiliki keleluasaan secara cash flow,” lanjut Anies.

BACA JUGA: Staf Kedubes AS di Jakarta Meninggal karena COVID-19 Anies juga melaporkan perolehan dana sosial di Badan Amil Zakat (BAZ) DKI Jakarta mencapai Rp3 triliun yang akan dialokasikan untuk penanganan Covid-19. ”Baznas di Jakarta menerima begitu banyak bantuan. Kami sudah mengalokasikan saat ini, sampai Mei, sebesar Rp3,032 triliun. Jadi per hari ini ada Rp1,032 triliun, lalu ditambah Rp2 triliun di bulan Mei. Jadi ada Rp3 triliun yang kami alokasikan untuk penanganan Covid,” kata Anies.

Menanggapi hal ini, Wapres Ma’ruf menegaskan bahwa DBH memang menjadi perhatian utama dari pemerintah daerah lain, termasuk Jawa Timur, karena dana tersebut akan dimanfaatkan pemda untuk mengatasi Covid-19 di daerah. ”Saya dengar juga waktu itu memang, termasuk Jawa Timur. Semua itu, soal dana bagi hasil, menjadi pembicaraan,” kata Wapres.

Untuk diketahui, pada Selasa (1/4), Presiden Joko Widodo telah meneken PP Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar, Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Kedaruratan Kesehatan, serta Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan. Presiden berharap pemerintah daerah bersinergi dengan pusat dalam upaya penanganan wabah Covid-19 dengan mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan tersebut.

Demikian berita ini dikutip dari FAJAR.CO.ID untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

0 Response to "Anies Baswedan: Pak Wapres, Ada 38 Jenazah Dimakamkan, Ini Baru Setengah Hari"

Post a Comment

Iklan

Iklan Tengah

Iklan Tengah

Iklan